Suka Duka Selama Liputan

Banyak yang bilang di Semester 4 itu adalah masa-masa kuliah yang paling menjenuhkan. Mulai dari jadwal kuliah yang yang padat, minat kuliah yang berkurang, sampai tugas yang menggunung.  Hal itu semua pernah saya rasakan di Semester 4 ini.  Penjurusan dimulai pada semester 4 dan saya langsung memilih jurusan Jurnalistik untuk saya tekuni. Pada dasarnya saya ingin sekali masuk jurusan Broadcasting tetapi ditempat saya menuntut ilmu ini tidak ada jurusan yang saya inginkan. Kemudian saya tau ada jurusan Jurnalistik yang pelajarannya menurut saya tidak jauh beda dengan Broadcasting. Mulai dari situlah saya masuk dalam dunia Jurnalistik dan saya amat sangat nyaman untuk menjalaninya.

Jurnalistik menurut saya adalah ilmu yang dapat diterima di masyarakat luas. Saya sangat ingin sekali menjadi Jurnalis yang bermanfaat bagi orang banyak dan dapat menciptakan sesuatu berupa informasi yang sangat dibutuhkan di masyarakat. Ketika saya berada di Semester 3 saya sudah yakin bahwa saya akan mengambil jurusan Jurnalistik, tetapi banyak orang yang bilang “ aduh Nggi masuk Jurnal kan susah ditambah tugasnya banyak banget”, dan terbukti ketika saya memasuki Jurusan Jurnalistik jelas terlihat tugas sudah menanti untuk saya. Bukan berarti saya menyesal, malah sebaliknya dengan adanya tugas yang banyak tapi saya bisa menikmatinya dengan hati yang senang karena pada dasarnya pun saya menyukai jurusan yang saya pilih untuk masa depan saya.

Di perkuliahan Jurnalistik ada mata kuliah yang bernama Jurnalistik Online. Dimana mata kuliah ini kita benar-benar harus bekerja secara cepat. Di mata kuliah ini awalnya kita disuruh buat kelompok  yang terdiri dari 5 orang. Tugasnya adalah liputan mencari berita dan di share lewat media online. Memang banyak tugas di mata kuliah ini, tetapi tugas yang diberikannya itu membuat saya semakin berpikir untuk kedepannya, bahwa tidak ada pekerjaan yang enak dari awalnya. Kita harus melewati hal-hal yang tidak enak dan sampai akhirnya kita akan merasakan bahagia atas hal yang kita lakukan. Disitu saya bertugas untuk liputan mencari berita, saya bisa belajar menjadi Reporter seperti  yang saya idam-idamkan, dan saya bisa mengetahui satu sama lain karakter yang ada dikelompok saya.

Deadline, awalnya biasa saja saat saya dengar kata itu tetapi ketika memasuki mata kuliah Jurnalistik Online ini kata kata itu seperti Bumerang yang akan menghantui saya terus-menerus. Rabu 23:59:59 itulah semboyan deadline kita. Di dalam berjalannya liputan pertama sampai akhir ada suka duka yang terasa. Pertama adalah ketika liputan pertama saya bertugas untuk mencari berita dalam rubrik Profile dan Kuliner. Dalam rubrik Profile saya meliput salah satu Fotografer Panggung yang tidak di khawatirkan lagi karya-karyanya yaitu Tagor Siagian. Dia juga merupakan salah satu dosen saya yang mengajar mata kuliah Fotografi Jurnalisme. Kemudian ketika saya meliput rubrik Kuliner, saya meliput Es Kelapa Muda Berbagai Rasa. Pada saat itu saya juga diminta Pemimpin Redaksi (Ketua Kelompok)untuk merekamnya dalam format video, saya merekamnya dengan alat seadanya dan persiapan yang sangat kurang. Saya hanya sendiri merekam ke tempat kejadian ditambah dengan cuaca yang sangat panas.Ketika hasil rekaman itu saya berikan ke PemRed dan diteruskan kembali untuk Dosen saya, langsung dosen saya membalas email “ pasti itu videonya dilakukannya tanpa persiapan deh. Ayo saya tunggu untuk diperbaiki masih ada waktu”, dan dikeesokan harinya langsung liputan kembali merekam Es Kelapa Berbagai Rasa. Namun apa daya hasilnya pun sama, saya dan teman saya hanya merekam menggunakan handphone yang hasil gambarnya pun tidak maksimal.

Liputan kedua berlanjut, saya bersama kelompok saya yang diberi nama Crosite pergi liputan ke Kebun Binatang Ragunan. Tepatnya masih di daerah kampus, Baru saja mau berangkat sudah ada saja kejadian yang tidak mengenakan. Ketika saya menunggu teman saya mengambil motor di parkiran Fisip saya dan salah satu teman saya menunggu di kanopi Fakultas Hukum. Saat itu saya sedang BBM-an kepada teman saya yang sedang mengambil motor untuk memberi kabar kalau saya berada di Fakultas Hukum dan akhirnya kita semua siap pergi untuk liputan. Ketika sudah di pertengahan jalan, saya beregegas untuk mengambil handphone di dalam tas. Tetapi apa yang terjadi handphone itu tidak ada dan saya baru sadar bahwa handphone itu tertinggal di Fakultas Hukum. Saya dan teman saya pun langsung bergegas balik ke kampus dengan wajah yang amat panik dan ternyata handphone itu memang tertinggal. Namun alangkah baiknya OB di Fakultas Hukum menyimpannya dan langsung memberikan ke saya. Hampir saja saya kehilangan handphone saya yang selalu menemani diriku setiap waktu.  Tidak hanya itu ketika sampai disana saya mencoba untuk mewawancari salah satu pengunjung, tetapi entah salah saya apa, pengunjung itu terlihat risih dengan kedatangan saya, wajahnya yang jutek dan alhasil mereka pun menolak untuk saya wawancarai. Betul-betul perjuangan awal yang harus ditempuh.

Liputan ketiga saya tidak merasakan kegalauan yang berlebih karena saya sudah mempersiapakannya dengan baik. Hanya ketika saya tau bahwa video yang saya akan liput mengenai makanan-makanan Korea dan hal ini yang sangat saya tidak suka. Saya tidak menyukai makanan Korea dan saat itu saya harus memakannya, oh apa rasanya jadi saya. Kita memesan Gimbab makanan seperti Sushi, yang membedakannya hanya Gimbab ini bahan-bahannya matang. Mulanya biasa saja tetapi ketika Gimbab itu sampai ke mulut oh rasanya sangat membuat saya ingin minum air sebanyak-banyaknya. Makanannya padet dan saya juga harus dipaksa untuk mengatakan “hmm enak “ dan tidak diduga-duga makanan itu nyangkut ke langit-langit mulut saya. Mungkin utnuk pecinta makanan Korea itu sangat enak, maklum saya tidak terniasa dngan makanan seperti itu.

Selanjutnya liputan keempat yang menurut saya lumayan galau. Karena pada saat itu hari Jumat saya mendapatkan kabar dari teman sekelompok bahwa video untuk liputan keempat diganti untuk video liputan kelima. Saya pun bingung dengan deadline yang ada dan saya juga harus memikirkan tempat mana yang saya harus liput untuk video liputan keempat. Akhirnya saya berpikir untuk meliput kerajinan tangan Rumah Barbie, untung saja lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus. Dengan melewati macetnya pasar Pondok Labu, wajah yang mulai kusam, senyum yang semakin lama semakin menipis, dan merasakan panasnya matahari yang hampir membakar kulit,  saya dan rekan saya pun sampai ketempat tujuan dan langsung melakukan apa yang harusnya saya kerjakan.

Liputan terakhir berjalan dengan mulus. Menurut saya liputan terakhir tidak terlalu memusingkan saya. Walaupun marasumber dan berita yang saya akan liput sempat terlambat dikirim ke Dosen, tetapi hal itu tidak menghalangi saya. Saya tetap mengerjakan liputan itu dengan baik dan tidak ada kendala seperti liputan-liputan sebelumnya. Mungkin ini merupakan penutupan yang sangat manis dari perjalanan liputan saya. Walaupun banyak kejadian yang lumayan kurang baik tetapi hal yang paling indah adalah ketika megenal dan saling bekerja sama dalam satu kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan sehingga tugas kita pun selesai sehingga menghasilkan berita-berita yang luar biasa. Tidak kalah pentingnya didalam mata kulah ini juga menghasilkan nama Crosite sebagai nama kelompok saya yang selalu menemani saya disaat liputan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s